Sebenarnya boleh-boleh
saja menggunakan bahasa gaul. Sebab, Semua bahasa yang hidup, termasuk bahasa
indonesia, selalu berkembang sesuai dengan perkembangan dan keperluan
pemakaiannya.Bagi para remaja, bahasa gaul dianggap bahasa yang dapat mewakili
keperluan ekspresi dengan sesama dan dapat menunjukkan jati dirinya lewat
istilah-istilah khas yang mereka gunakan.
Tapi sayangnya kini
bahasa gaul lama kelamaan bisa merusak tata bahasa indonesia yang baik. Kita
mulai bisa melihat bagaimana gaya bahasa gaul di pakai dalam banyak reklame,
dan juga dalam penulisan artikel di blog maupun di media lainnya. Lama kelamaan
kebiasaan menulis dan berbicara dengan bahasa indonesia yang baik dan benar
akan mulia langka di temukan di antara kaum muda indonesia.
Menurut pengamat bahasa
dan sastra indonesia, Jamal D Rahman, “Bahasa gaul yang di gunakan anak muda
termasuk dalam sinetron di televisi merupakan tantangan berat pengembangan
Bahasa Indonesia. Padahal siapa saja yang berkomitmen dengan sumpah pemuda
harus menjunjung tinggi penggunaan Bahasa Indonesia yang baku sebagai bahasa
persatuan.”
Generasi muda hendaknya mencontoh
tokoh Muhammad Yasmin. Beliau adalah anak muda yang memiliki keyakinan penuh
kedudukan bahasa dalam kebudayaan, dan bahasa itu adalah Bahasa Indonesia.
Remaja khususnya para
siswa di tuntut menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dalam berbicara dengan
orang lain agar bahasa persatuan tersebut dapat berkembang, karena mereka
banyak menggunakan bahasa gaul. Kebanyakan siswa kurang menerapkan penggunaan
Bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan kaidahnya karena tidak dibiasakan
dalam kehidupan sehari-harinya. Kurangnya siswa menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik disebabakan faktor kebiasaan dan kurangnya kesadaran untuk
menggunakan bahasa tersebut.
Tanggung jawab pengajaran
tidak hanya dibebankan pada guru Bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru
lainnya ikut serta dalam mengembangkan bahasa tersebut agar para siswa sadar
bahwa hal itu cukup penting. Agar para siswa dapat menguasai penggunaan
kata-kata Bahasa Indonesia yang baik, seharusnya proses pengajarannya bukan
hanya sebagai formalitas saja tetapi perlu ditekankan bagaimana siswa terampil
menggunakannya.